Posts Tagged ‘linux’
Linux Desktop: Antara GUI dan CLI
Linux merupakan sistem operasi yang fleksibel. Anda dapat menggunakannya sesuai dengan keinginan Anda, entah sekedar memakai maupun merombaknya sehingga pas dengan selera. Salah satu fleksibilitas yang dimiliki Linux adalah kebebasan Anda untuk memilih, apakah akan menggunakan mode grafis (Graphical User Interface –GUI) atau modus teks (Command Line –CLI).
Saya sendiri saat ini merupakan seorang pengguna K Desktop Environment (KDE), yang merupakan salah satu aplikasi terbaik dalam kategori GUI. Namun memang, dulu saya sempat “tergila-gila” dengan modus teks, sampai-sampai semua aplikasi pun saya coba jalankan via konsol (waktu itu pakai window manager Fluxbox).
Terus kenapa kok gak lagi? Wuih, ribet! Maksudku, kalau sudah bisa dilakukan dengan lebih mudah serta efisien, mengapa tidak?
Anda termasuk yang mana, penggemar GUI atau maniak CLI?
- Tampilan desktop-ku (KDE)
- Sebuah terminal (konsol) — CLI
Distro Linux: Dorongan atau Hambatan?
Distro (distribusi) merupakan salah satu fenomena menarik yang dapat kita temukan di dunia Linux. Dewasa ini kita menemukan ada ratusan distro Linux yang dapat bebas kita pasang dan gunakan. Bagi sebagian orang, fenomena banyaknya pilihan distro ini merupakan suatu keunikan serta keunggulan, di mana mereka dapat bebas memilih mana distro yang cocok bagi selera serta kebutuhan mereka masing-masing. Namun bagi sebagian lain, bisa jadi banyaknya aneka distro yang tersedia justru membingungkan mereka, yang tidak mengerti harus memilih apa dan bagaimana.
Selama setahun keberjalanan penulis bersama Linux, penulis sendiri sempat merasakan “kebingungan” dan kebimbangan dalam pencarian di antara aneka distro Linux yang tersedia. Penulis sempat mencoba beberapa distro mulai dari PCLinuxOS, OpenSUSE, Fedora, Slackware, Ubuntu, dan VectorLinux. Sempat juga mencoba distro berbentuk LiveCD semisal gOS, KNOPPIX, SLAX, Backtrack, DSL, dsb. Namun yang namanya mencoba sekedar mencoba, kalau sudah tidak suka dengan yang satu dan jatuh hati kepada yang lain, dengan mudah hati pun berpaling padanya.
Menulis Huruf Arab
Bahasa Arab merupakan salah satu dari bahasa-bahasa yang banyak digunakan di seluruh dunia, mulai dari saudara-saudara kita pelajar yang mencari ilmu agama (Islam) sampai para pebisnis dari Timur dan Barat. Oleh karena itu, penting kiranya bagi kita untuk paling tidak mengetahui bahasa ini — termasuk bagaimana kita menggunakan komputer untuk mengetik huruf Arab.
Dalam tutorial kali ini, penulis akan mencoba berbagi langkah-langkah untuk dapat mengaktifkan fitur (layout) Arabic pada papan ketik (keyboard) — baik di Linux (KDE) maupun Windows.
Read the rest of this entry »
Linux di Laptop Saya
Tahu perbedaan antara tahu dan kenal? Saya sebenarnya tahu Linux1 sudah cukup lama, kira-kira sewaktu masih SMP-SMA dulu. Waktu itu saya sempat mencoba menjalankan Live CD Knoppix (versi berapa, ya?) di desktop rumah. Tidak perlu instalasi, saya sudah bisa melihat dan menggunakan Linux yang saat itu sepertinya menggunakan KDE (ada roda giginya). Tahu sekedar tahu, belum mengenal lebih jauh.
Lulus dari SMA, alhamdulillah saya bisa merasakan kesempatan menempuh jenjang perkuliahan di kota Bandung, Jawa Barat. Di tempat kuliah inilah saya mulai mengenal Linux secara lebih intim. Saya kepikiran untuk menggunakan Linux di laptop saya.


