itbonict

My writing about Science and Technology

Benefit of Open Sourcing Code

leave a comment »

Bagaimana ya sebaiknya jika saya ingin membuat software open source? Apa saja yang harus saya lakukan? Mm, atau, apa saja pilihan yang dapat saya ambil? Bagaimana dampaknya terhadap saya dan software yang saya buat tadi? Apa untungnya bagi saya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tentunya selalu muncul ketika kita mempertimbangkan konsep open source, apakah akan mengambil dan menggunakan konsep tersebut atau tidak. Wajar-wajar saja kalau muncul berbagai pertanyaan seperti itu.

Lalu, bagaimana menjawabnya? Untuk itu, ada sebuah video yang dikeluarkan oleh tim Google TechTalks dengan judul What’s in It for Me: How Your Company Can Benefit from Open Sourcing Code, menghadirkan pembicara Ben Collins-Sussman dan Brian W. Fitzpatrick (keduanya anggota Google Open Source Team).

Video ini ditujukan bagi Anda yang ingin membuka software yang Anda buat –menjadi open source– yang mana berisikan beberapa pilihan strategi yang dapat Anda lakukan dalam menerapkan konsep open source tersebut, tak lupa disertai dengan penjelasan dan plus minus dari masing-masing strategi. Apa yang dipresentasikan dalam video ini adalah opini dari para pembicara, dalam artian tidak tertutupnya pandangan-pandangan lain terhadap apa-apa yang disampaikan.

Mengapa Memilih Open Source?

Pada pembukaan presentasi, para pembicara memberikan penjelasan sekaligus pancingan: mengapa open source? Apa yang bisa didapatkan dari open source? Pembicara mengatakan bahwa dengan open source, maka Anda dapat membuat suatu software yang lebih baik (kualitas), plus membangun hubungan baik dengan para pengguna maupun pengembang (kuantitas). Selain itu, perlu juga diketahui di awal mengenai tujuan Anda membuka software Anda, yang nantinya akan mengukur sejauh mana keberhasilan yang Anda capai.

Dalam prakteknya –menurut para pemateri– terdapat empat lima macam strategi yang dapat Anda lakukan dalam menerapkan konsep open source:

  • “Fake Open Source” Approach
  • “Throw Code Over Wall” Approach
  • Develop Internally, Post Externally
  • Open Monarchy
  • Consensus-Based Development

Masing-masing strategi di atas pembicara paparkan disertai dengan kelebihan (keuntungan, pros) dan kekurangannya (dampak, cons). Penjelasan lengkapnya dapat Anda lihat dalam video-nya langsung.

Manakah yang Terbaik?

Menurut para pembicara –sekali lagi, menurut para pembicara– strategi paling akhir lah (consensus based development) yang paling baik. Berikut saya cuplikkan paparan seputar strategi tersebut.

  • Almost everything is public
  • Decisions are based on consensus of the committers
  • Commit privilege must be earned by everyone

Pros:

  • Continuously increasing PR benefits
  • Long-term, sustainable communities
  • Complete techie cred
  • High quality volunteers (full bus keys)
  • Trust from other companies and participants
  • Results in even better software

Cons:

  • Little short-term benefit
  • In the short-term, project agenda must come first
  • Hard Work
  • You need to hire strong leaders

Mm, mungkin dapat dikatakan strategi ini mirip seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan pengembang FreeBSD. Saya sendiri tidak tahu mana yang paling baik menurut saya, karena memang belum pernah terjun langsung ke dalam praktis penerapan strategi-strategi seperti yang pembicara paparkan.

Bagaimana dengan Anda?

Written by زهير

November 23, 2008 at 3:59 pm

Posted in Reviews

Tagged with

Leave a Reply